Rela Pada Ketentuan Allah
Oleh: Imam Asy-Syafi’i
Biarkanlah hari-hari berbuat semaunya
Berlapang dada-lah jika takdir menimpa
Jangan berkeluh-kesah atas musibah di malam hari
Tiada musibah yang kekal di muka bumi
Jadilah laki-laki tegar dalam menghadapi tragedi
Berlakulah pema’af selalu menepati janji
Jika banyak aibmu di mata manusia
Sedang engkau berharap menutupinya
Bersembunyilah engkau di balik derma
Dengan derma aibmu tertutup semua
Jangan pernah terlihat lemah di depan musuhmu
Sungguh malapetaka jika musuh menertawaimu
Jangan berharap dari orang kikir kemurahan
Di neraka tiada air bagi orang yang kehausan
Rizkimu tidak berkurang karena kerja wajar perlahan
Berlelah-lelah tidak menambah rizki seseorang
Tiada kesedihan yang kekal tidak pula kebahagiaan
Tiada kesulitan yang abadi tidak pula kemudahan
Jika engkau berhati puas dan mudah menerima
Sungguh, antara engkau dan raja dunia tiada beda
Barangsiapa kematian datang menjemputnya
Langit dan bumi tak kan mampu melindunginya
Bumi Allah begitu lapang luas membentang
Namun seakan sempit kala ajal menjelang
Biarkanlah hari-hari ingkar janji setiap saat
Kematian tak mungkin dicegah dengan obat







November 12, 2007 pukul 8:32 am |
terima kasih,telah menambah kesadaran saya…
November 13, 2007 pukul 6:02 am |
assalaamu’alaikum
Mbak, koq banyak avatar foto orangnya… hapus dunk mbak…serem banyak gambar kepala orang…
barokallahu fiiki
November 16, 2007 pukul 5:55 pm |
Assalamu’alaikum, ukty, kalau bisa dicantumkan dong versi arabnya.
Barakallohu fiik
November 17, 2007 pukul 12:35 pm |
alhamdulillah, bergetar hati jika merenunginya.
November 19, 2007 pukul 10:04 am |
Menerima dgn ikhlas ketentuan Allah, akan membuat hidup yg kita jalani menjadi lbh mudah…
Desember 7, 2007 pukul 11:06 pm |
“SESUNGGUHNYA SETIAP DIRI MEMPUNYAI KEHENDAK SEDANG KEHENDAK HAMBA INI AKAN TERTEPIS OLEH KETENTUAN ALLOH WALAUPUN HAMBA TERSEBUT BERAT UNTUK MENERIMA KETENTUAN TERSEBUT”
“MAKA SEPATUTNYA SETIAP DIRI YANG MERASA BERIMAN AKAN SENANTIASA MENGIKUTI KEHENDAK KEHENDAK ALLOH DAN RASUL-NYA DENGAN PEDOMAN YANG TAK DIRAGUKAN LAGI YAITU KITABULLAH DAN SUNNAH RASUL-NYA DALAM MENERIMA KEHENDAK DAN KETENTUAN ALLOH AZA WAJAL”
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Qs Albaqarah 216″
Barokallohufiikum.
Abu Amina Alanshoriy
http://sncepuspiritualsciencequantum.blogspot.com/
http://abuamincepu.wordpress.com/category/ilmu-ahlaktazknufus/
April 30, 2008 pukul 4:57 pm |
masuk akal kok
Juni 25, 2008 pukul 4:44 am |
Serahkan segala sesuatu kepada Allah, Hanya kepadanyalah kita berserah diri…amin…