NASEHAT SYAIKH ALI BIN HASAN AL-ATSARI

d8.JPGNASEHAT SYAIKH ALI BIN HASAN AL-ATSARI

 

Kata Pengantar.

Artikel ini, diambil dari kata sambutan Syaikh Ali bin Hasan Al-Atsari, murid kepercayaan Syaikh Muhaddits Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah, dalam acara Ad-Daurah asy-Syariyah fi al-Masa’il al-‘Aqadiyah wa al-Manhajiyah, yang diselenggarakan di Ma’had Ali al-Irsyad Surabaya tanggal 15-18 Dzul Qa’dah 1421H, yang diprakarsai oleh Ustadz Abdur Rahman at-Tamimi dan Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas dibantu oleh beberapa da’i salafi lainnya. Alhamdulillah acara daurah dihadiri dan dikuti oleh tidak kurang dari empat ratusan da’i salafi dan penuntut ilmu di Indonesia.

Kemudian, kata sambutan Syaikh Ali bin Hasan Al-Atsari sengaja kami salin ulang di mailing list assunnah dengan judul Nasehat, besar harapan kami mudah-mudahan bisa diambil manfaat dan faedahnya oleh kita semua.

Saya memuji kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala atas kesempatan baik yang telah mengumpulkan kami dengan ikhwah fillah (saudara-saudara di jalan Allah) ini, dan sebuah ziarah (kunjungan) telah merekatkan hubungan antara kami dengan mereka, sekalipun kami dengan mereka dipisahkan oleh wilayah. Akan tetapi manhaj al-Kitab (al-Qur’an) dan Sunnah yang sesuai dengan pemahaman Salaful Ummah, adalah manhaj penghimpun ; menghimpun hati-hati dan akal-akal (manusia), sebelum menghimpun fisik-fisik anak manusia.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Artinya : Siapa yang tidak berterima kasih kepada orang, berarti tidak bersyukur kepada Allah”.

Jadi ini merupakan kesempatan yang didalamnya kami ingin menyampaikan rasa syukur (terima kasih) kepada saudara-saudara kami, para da’i yang mengajak (manusia) menuju al-Qur’an dan Sunnah, penyelenggara kegiatan mulia ini di negeri ini yang anda semua tahu betapa banyaknya tersebar bid’ah, merajalelanya khurafat dan bermacam-macam serta beraneka ragamnya golongan/kelompok (ahzab).

Maka da’i ilallah (penyeru manusia untuk kembali menuju Allah) yang berdasarkan bashirah, berdasarkan cahaya ilmu dan berdasarkan sinar pengetahuan (ilmu syar’i -pent) di tengah zaman dan negeri semacam ini, tampaknya ia termasuk orang-orang ghuraba’ (tidak umum/aneh) itu. Orang-orang yang memegang bara (ibarat bagi orang yang berpegang pada sunnah pada zaman seperti sekarang -pent), yang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjanjikan orang-orang yang ikhlas di antara mereka sebagai orang-orang yang akan mendapatkan thuba (kebahagian).

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Artinya : Kebahagianlah bagi Ghuraba’ (orang-orang yang tidak umum karena berpegang pada sunnah)”

Ini juga merupakan kesempatan untuk kita saling menguatkan satu sama lain, agar kita bersabar menghadapi bencana yang boleh jadi kita jumpai, atau ujian yang boleh jadi kita hadapi. Karena sesungguhnya seorang Muslim sejati adalah orang yang bersabar.

“Artinya : Jika kamu benar-benar bersabar, niscaya itu lebih baik bagi orang-orang yang bersabar”. [An-Nahl : 126]

Ketahuilah wahai saudara-saudara fillah (satu jalan di jalan Allah), bahwa amal perbuatan yang paling dicintai oleh Allah adalah amal perbuatan yang paling terus menerus meskipun sedikit. Karena itu tetap mantaplah berada pada jalan sunnah sekalipun anda berjumlah sedikit. Dan bersemangatlah untuk mencari ilmu walaupun anda semua dihina. Semoga Allah meridhai Ibnu Mas’ud yang mengatakan.

“Artinya : (Beramal) sedikit dalam sunnah lebih baik dari (beramal banyak) dalam bid’ah”

Dari situ pula kamipun katakan : Bahwa apabila kita berada dalam sunnah dengan jumlah sedikit, lebih baik daripada jika kita berada dalam bid’ah dengan jumlah banyak. Karena (sekedar) jumlah banyak tidak mempunyai nilai dalam timbangan. Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan sedikit diantara hamba-Ku yang bersyukur” [Saba’ : 13]

Kami memohon kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala agar memberikan anugrah kepada saudara kami semuanya, khususnya yang mulia Syaikh Abdur Rahman at-Tamimi [1] beserta saudara-saudaranya dan sahabat-sahabat yang dicintainya, juga kepada setiap yang memberikan budi luhurnya, terbuka memberikan kebaikannya dan terbuka menerima kebenaran. Agar Allah memberikan anugerah kepada mereka menjadi pembela sunnah, menjadi penolong Ahlu Sunnah, menjadi pintu kebaikan sunnah dan menjadi jalan bagi tersebarnya sunnah.

Sesungguhnya ini semua, jika merupakan tanaman di dunia, maka kelak buah tanaman mereka yang masak akan ada di sisi Allah Tabaraka wa Ta’ala, pada hari ketika orang-orang masuk ke telaga Haudh-(nya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam), tetapi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Menjauhlah-menjauhlah, enyahlah-enyahlah” Ketika itu para Malaikat berkata : “Wahai Rasulullah, mereka telah membuat perubahan-perubahan”.

Adalah sebelum itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda (kepada Malaikat) tentang umatnya : “Mereka adalah umatku, mereka adalah umatku” ketika para Malaikat mengusir mereka dan menjauhkannya (dari telaga Haudh).

Namun setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui bahwa mereka telah melakukan perubahan-perubahan dan penggantian-penggantian (terhadap agama -pent), maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Enyahlah … enyahlah, menjauhlah … menjauhlah..”.

Karena itu kami memohon kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala supaya kita menjadi orang-orang yang sabar dan menjaga diri, tidak melakukan perubahan (terhadap agama) dan tidak berubah, tidak melakukan penggantian (terhadap agama) dan dan tidak berganti. Tetapi menjadi orang-orang yang tetap komitmen terhadap kebenaran, tetap menyeru (orang) untuk berpegang kepada sunnah dan tetap berpegang teguh kepada al-Haq.

Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berada pada ke-Maha-tinggian-Nya dan berada diatas langit-Nya, agar Dia memantapkan kami dan anda semua untuk menempuh al-Haq (kebenaran), agar Dia memberikan petunjuk kepada setiap orang yang menyelisihi kebenaran dan agar Dia mematikan kita di dalam kebenaran. Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala adalah Yang Maha berwenang dan Maha Kuasa untuk melakukan itu semua.

Semoga Allah memberikan shalawat, salam serta barakah-Nya kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan sahabatnya semua.

 

Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun V/1421H/2001M hal. 39-40

Foote Noote

  1. Ustadz Abdur Rahman at-Tamimi adalah termasuk salah satu Panitia Daurah asy-Syar’iyah fi al-Masa’il al-‘Aqadiyah wa al-Manhajiyah, yang diselenggarakan tanggal 15-18 Dzul Qa’dah 1421H. di Ma’had Diniyah al-Irsyad Surabaya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: