HUKUM MERIWAYATKAN HADIST MAUDLU’/PALSU

Maret 10, 2007

 d8.JPG

HUKUM MERIWAYATKAN HADIST MAUDLU’/PALSU

 

Oleh

Fadhilatul Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

 

 

Barangsiapa yang menceritakan dariku (dalam riwayat yang lain : meriwayatkan dariku) satu hadist yang ia sangka (dalam satu lafadz : yang ia telah mengetahui) sesugguhnya hadits tersebut dusta/palsu, maka ia termasuk salah seorang dari para pendusta (dalam satu lafadz : dua pendusta)

TAKHRIJUL HADITS

Hadits ini derajadnya SHAHIH dan MASYHUR sebagaimana diterangkan oleh Imam Muslim di muqaddimah shahihnya (1/7).

Baca entri selengkapnya »

Iklan

HUKUM MERIWAYATKAN DAN MENGAMALKAN HADIST-HADIST DHA’IF UNTUK FADHAA-ILUL A’MAL

Maret 10, 2007

d8.JPG

HUKUM MERIWAYATKAN DAN MENGAMALKAN HADIST-HADIST DHA’IF UNTUK FADHAA-ILUL A’MAL (KEUTAMAAN AMAL), TARGHIB DAN TARHIB DAN LAIN-LAIN

[Oleh : Fadhilatul Ustadz Abdul Hakim Abdat]

 

Dalam membahas masalah ini saya bagi menjadi dua bagian :

PERTAMA

Menjelaskan beberapa kesalahan dan kejahilan dalam memehami perkataan sebagian ulama tentang mengamalkan hadist dhaif untuk fadhaa-ilul a’mal :

  1. Kebanyakan dari mereka menyangka bahwa masalah mengamalkan hadist-hadist dhaif untuk fadhaa-ilul a’mal atau targhib dan tarhib tidak ada khilaf lagi – tentang bolehnya- diantara para ulama. Inilah persangkaan yang jahil. Padahal , kenyataannya justru sebaliknya.

Baca entri selengkapnya »